Benjolan di Kelopak Mata: Bintitan atau Kalazion? Kenali Perbedaannya

Ilustrasi animasi medis yang membandingkan bintitan (hordeolum) dan kalazion pada kelopak mata atas

Benjolan di kelopak mata merupakan keluhan yang cukup sering terjadi dan tidak selalu disebabkan oleh kondisi yang sama. Dua penyebab yang paling umum adalah bintitan (hordeolum) dan kalazion (chalazion). Keduanya sama-sama menimbulkan benjolan pada kelopak mata, tetapi memiliki penyebab, gejala, dan penanganan yang berbeda.

Sebagian besar benjolan pada kelopak mata bukan kondisi berbahaya. Namun, benjolan yang terus membesar, sering kambuh, atau tidak kunjung membaik perlu diperiksa oleh dokter spesialis mata.

Apa Penyebab Benjolan di Kelopak Mata?

Kelopak mata memiliki kelenjar minyak yang membantu menjaga permukaan mata tetap nyaman. Ketika saluran kelenjar tersumbat atau terjadi infeksi, dapat muncul benjolan pada kelopak mata.

Penyebab yang paling sering meliputi:

  • Bintitan (hordeolum)
  • Kalazion (chalazion)
  • Blefaritis
  • Kista kelopak mata
  • Tumor jinak atau ganas pada kelopak mata (lebih jarang)

Karena penyebabnya berbeda, penanganannya juga tidak selalu sama.

Apa Itu Bintitan?

Bintitan atau hordeolum adalah infeksi akut pada kelenjar di kelopak mata, yang umumnya disebabkan oleh bakteri.

Gejalanya meliputi:

  • Benjolan merah yang terasa nyeri
  • Kelopak mata bengkak
  • Nyeri saat berkedip
  • Mata berair
  • Kadang muncul titik putih berisi nanah

Bintitan biasanya berkembang dalam beberapa hari dan sering terasa nyeri saat disentuh.

Apa Itu Kalazion?

Kalazion terjadi ketika saluran kelenjar minyak tersumbat sehingga terbentuk benjolan akibat peradangan, bukan infeksi.

Berbeda dengan bintitan, kalazion umumnya:

  • Tidak terlalu nyeri
  • Tumbuh lebih lambat
  • Terasa lebih keras
  • Dapat bertahan selama beberapa minggu atau bulan

Kalazion berukuran besar dapat menekan kornea sehingga menyebabkan penglihatan menjadi sedikit buram.

Bintitan vs Kalazion, Apa Bedanya?

BintitanKalazion
Disebabkan infeksiDisebabkan sumbatan kelenjar
NyeriBiasanya tidak nyeri
Muncul lebih cepatBerkembang lebih perlahan
Sering disertai kemerahanKemerahan biasanya lebih ringan
Dapat berisi nanahUmumnya berupa benjolan padat

Faktor Risiko

Risiko munculnya benjolan pada kelopak mata dapat meningkat pada orang yang memiliki:

  • Blefaritis
  • Rosacea
  • Mata kering
  • Riwayat kalazion berulang
  • Kebersihan kelopak mata yang kurang baik
  • Penggunaan lensa kontak yang tidak higienis

Bagaimana Dokter Menegakkan Diagnosis?

Diagnosis umumnya dilakukan melalui pemeriksaan langsung pada kelopak mata.

Dokter akan menilai:

  • Lokasi benjolan
  • Ukuran
  • Ada atau tidaknya infeksi
  • Kondisi kelenjar kelopak mata
  • Riwayat kekambuhan

Bila benjolan memiliki bentuk yang tidak khas, sering kambuh di lokasi yang sama, atau tidak membaik dengan terapi, dokter dapat mempertimbangkan pemeriksaan lebih lanjut untuk menyingkirkan kemungkinan kondisi lain, termasuk tumor kelopak mata.

Bagaimana Penanganannya?

Penanganan bergantung pada penyebabnya.

Pada banyak kasus, kompres hangat beberapa kali sehari dapat membantu memperbaiki sumbatan kelenjar. Dokter dapat memberikan obat bila terdapat tanda infeksi atau peradangan sesuai hasil pemeriksaan.

Pada kalazion yang menetap, berukuran besar, atau mengganggu penglihatan, tindakan seperti insisi dan kuretase dapat dipertimbangkan sesuai indikasi medis. Jangan mencoba memencet atau menusuk benjolan sendiri karena dapat meningkatkan risiko infeksi dan komplikasi.

Kapan Harus ke Dokter Mata?

Segera lakukan pemeriksaan apabila:

  • Benjolan tidak membaik setelah beberapa minggu.
  • Benjolan semakin besar.
  • Nyeri semakin berat.
  • Penglihatan menjadi buram.
  • Benjolan sering kambuh.
  • Kelopak mata berubah bentuk.
  • Benjolan mudah berdarah atau tampak tidak biasa.

Keluhan tersebut memerlukan evaluasi lebih lanjut untuk memastikan penyebabnya.

Bisakah Benjolan di Kelopak Mata Dicegah?

Beberapa langkah yang dapat membantu mengurangi risiko antara lain:

  • Menjaga kebersihan kelopak mata.
  • Membersihkan riasan mata sebelum tidur.
  • Mencuci tangan sebelum menyentuh mata.
  • Menggunakan lensa kontak sesuai petunjuk.
  • Menghindari memencet benjolan.

FAQ Seputar Bintitan

Tidak. Bintitan merupakan infeksi akut, sedangkan kalazion terjadi akibat sumbatan kelenjar minyak pada kelopak mata.

Sebagian kalazion dapat mengecil dengan kompres hangat. Namun, kalazion yang menetap atau besar perlu dievaluasi oleh dokter.

Tidak disarankan. Memencet benjolan dapat memperburuk peradangan dan meningkatkan risiko infeksi.

Tindakan dapat dipertimbangkan bila kalazion menetap, sering kambuh, berukuran besar, mengganggu penglihatan, atau bila diagnosis masih perlu dipastikan setelah pemeriksaan dokter.

Referensi:
American Academy of Ophthalmology. Chalazion and Hordeolum.
American Society of Ophthalmic Plastic and Reconstructive Surgery (ASOPRS). Chalazion.
Mayo Clinic. Stye (Hordeolum).
StatPearls. Chalazion.
Perry HD, Serniuk RA. Conservative Treatment of Chalazia. Ophthalmology.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Claudia Hartomuljono, Sp.M

Artikel Lainnya

Topik Terkini