Abu Vulkanik dan Mata: Dampak, Gejala, dan Cara Melindungi Mata

Abu vulkanik dan mata: dampak, gejala, dan cara melindungi mata

Abu vulkanik tidak hanya mengganggu pernapasan, tetapi juga dapat menyebabkan iritasi pada mata. Partikel abu yang terbawa udara dapat masuk ke permukaan mata dan menimbulkan rasa perih, merah, berair, atau seperti ada benda asing di dalam mata.

Kementerian Kesehatan RI mengingatkan bahwa paparan abu vulkanik dapat menyebabkan iritasi pada mata, saluran pernapasan, dan kulit. Karena itu, masyarakat di wilayah terdampak dianjurkan mengurangi paparan abu dan mengikuti arahan resmi dari pemerintah.

Bagi mata, paparan abu vulkanik perlu diperhatikan karena partikel abu bersifat kasar dan abrasif. Selain menyebabkan iritasi, partikel yang masuk ke mata dapat menggores permukaan depan mata atau kornea.

Apa Dampak Abu Vulkanik pada Mata?

Abu vulkanik dapat menyebabkan beberapa keluhan pada mata, terutama ketika seseorang berada di area dengan paparan abu yang tinggi.
Beberapa keluhan yang dapat muncul antara lain:

  • Mata merah.
  • Mata terasa perih atau terbakar.
  • Mata berair.
  • Mata terasa gatal.
  • Mata terasa mengganjal seperti ada pasir.
  • Sensitif terhadap cahaya.
  • Penglihatan terasa tidak nyaman atau buram sementara.
  • Iritasi pada permukaan mata.

Partikel abu yang lebih besar juga dapat masuk sebagai benda asing dan berpotensi menyebabkan goresan pada kornea. Karena itu, keluhan mata setelah paparan abu vulkanik sebaiknya tidak dianggap sepele, terutama bila nyeri atau gangguan penglihatan menetap.

Mengapa Abu Vulkanik Bisa Mengiritasi Mata?

Abu vulkanik terdiri dari partikel halus hasil aktivitas gunung berapi, partikel tersebut dapat terbawa angin dan masuk ke mata. Ketika berada di permukaan mata, partikel abu dapat menyebabkan iritasi mekanis. Mata kemudian merespons dengan meningkatkan produksi air mata untuk membantu membersihkan permukaannya.

Selain partikel abu, gas vulkanik tertentu juga dapat mengiritasi mata. Paparan gas dan partikel vulkanik dapat menyebabkan iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan. Karena itu, perlindungan mata penting dilakukan ketika terjadi hujan abu.

Apa Saja Gejala Mata Terkena Abu Vulkanik?

Gejala dapat berbeda-beda tergantung tingkat dan lama paparan.
Beberapa tanda yang dapat diperhatikan adalah:

  • Mata merah.
  • Mata berair terus-menerus.
  • Mata terasa perih atau terbakar.
  • Mata terasa seperti kemasukan pasir.
  • Kelopak mata terasa tidak nyaman.
  • Sensitif terhadap cahaya.
  • Penglihatan menjadi buram.
  • Nyeri pada mata.

Jika keluhan hanya berupa iritasi ringan dan membaik setelah seseorang menjauh dari paparan, kondisi tersebut dapat bersifat sementara. Namun, gejala yang menetap atau disertai gangguan penglihatan memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Mata Terkena Abu Vulkanik?

Jika mata terkena abu vulkanik, hal pertama yang perlu dilakukan adalah menghindari paparan lebih lanjut.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan:

  1. Segera menjauh dari area yang banyak abu
    Masuk ke dalam ruangan dan tutup pintu serta jendela untuk mengurangi masuknya abu ke dalam rumah. CDC juga menganjurkan untuk tetap berada di dalam ruangan selama kondisi memungkinkan ketika terjadi paparan abu.
  2. Jangan mengucek mata
    Mengucek mata dapat membuat partikel abu bergesekan dengan permukaan mata dan berpotensi memperburuk iritasi atau menyebabkan goresan.
  3. Bersihkan mata dengan cara yang tepat
    Jika terdapat partikel asing pada mata, hindari mencoba mengambilnya dengan jari atau benda lain.
    Mata dapat dibilas menggunakan cairan yang sesuai untuk membantu mengeluarkan partikel yang mengiritasi. Jika keluhan tetap terasa setelah pembilasan, sebaiknya lakukan pemeriksaan mata.
  4. Lepaskan lensa kontak
    Jika menggunakan lensa kontak dan mata mengalami iritasi setelah terpapar abu, lepaskan lensa kontak dan gunakan kacamata untuk sementara. Paparan debu dan partikel dapat membuat penggunaan lensa kontak semakin tidak nyaman dan meningkatkan risiko iritasi pada permukaan mata.

Bagaimana Cara Melindungi Mata dari Abu Vulkanik?

Pencegahan merupakan langkah penting ketika terjadi hujan abu. Jika harus berada di luar ruangan, gunakan pelindung mata seperti goggles yang dapat membantu mengurangi masuknya abu ke mata. CDC secara khusus merekomendasikan penggunaan goggles untuk melindungi mata dari abu vulkanik.

Selain itu:

  • Kurangi aktivitas di luar ruangan.
  • Tutup pintu dan jendela.
  • Hindari area dengan paparan abu yang tinggi.
  • Jangan menyentuh atau mengucek mata dengan tangan yang kotor.
  • Gunakan perlindungan pernapasan yang sesuai ketika berada di luar ruangan.
  • Ikuti informasi dan arahan resmi dari pemerintah serta otoritas setempat.

Kacamata biasa dapat membantu mengurangi paparan langsung dari sebagian debu, tetapi goggles memberikan perlindungan mata yang lebih sesuai ketika terdapat banyak partikel di udara.

Apakah Abu Vulkanik Bisa Menyebabkan Kornea Tergores?

Bisa.

Abu vulkanik memiliki sifat abrasif. Partikel yang masuk ke mata dapat bergesekan dengan permukaan kornea dan menyebabkan abrasi atau goresan pada kornea.
Kondisi ini dapat menyebabkan:

  • Mata terasa sangat perih.
  • Mata berair.
  • Sensitif terhadap cahaya.
  • Mata terasa seperti kemasukan benda asing.
  • Penglihatan menjadi buram.

Jika terdapat kecurigaan kornea tergores, sebaiknya jangan mengucek mata dan lakukan pemeriksaan oleh dokter spesialis mata.

Kapan Mata Perlu Diperiksa Setelah Terpapar Abu Vulkanik?

Tidak semua paparan abu vulkanik menyebabkan cedera mata serius. Namun, pemeriksaan mata diperlukan apabila keluhan tidak membaik atau muncul gejala yang lebih berat.
Segera periksakan mata apabila:

  • Nyeri mata cukup berat.
  • Penglihatan menjadi buram atau menurun.
  • Mata sangat sensitif terhadap cahaya.
  • Mata merah tidak membaik.
  • Mata terus berair.
  • Sensasi benda asing tetap terasa.
  • Ada riwayat mata terkena partikel secara langsung.
  • Keluhan tetap muncul setelah menjauh dari paparan abu.

CDC juga menganjurkan mencari pertolongan medis apabila gejala iritasi setelah paparan vulkanik terus berlanjut.

Apakah Abu Vulkanik Berbahaya untuk Mata?

Abu vulkanik dapat menyebabkan iritasi mata dan, pada kondisi tertentu, partikel yang lebih besar dapat menyebabkan goresan pada permukaan kornea. Risiko tergantung pada tingkat paparan dan kondisi lingkungan. Karena itu, perlindungan mata dan mengurangi paparan merupakan langkah utama ketika terjadi hujan abu.

Apakah Boleh Mengucek Mata yang Terkena Abu Vulkanik?

Sebaiknya jangan.

Mengucek mata dapat menyebabkan partikel abu bergesekan dengan permukaan mata dan meningkatkan risiko iritasi atau goresan pada kornea.

Apakah Boleh Memakai Lensa Kontak Saat Hujan Abu Vulkanik?

Sebaiknya hindari penggunaan lensa kontak ketika kondisi udara banyak mengandung abu dan mata mulai mengalami iritasi. Jika mata terasa perih, merah, atau seperti kemasukan benda asing, lepaskan lensa kontak dan gunakan kacamata sementara.

Apakah Kacamata Bisa Melindungi Mata dari Abu Vulkanik?

Kacamata dapat memberikan perlindungan tertentu, tetapi untuk paparan abu yang tinggi CDC merekomendasikan goggles sebagai perlindungan mata. Jika memungkinkan, tetap berada di dalam ruangan dan tutup pintu serta jendela untuk mengurangi paparan.

Apakah Mata Merah Setelah Terkena Abu Vulkanik Berbahaya?

Mata merah dapat terjadi akibat iritasi setelah terkena abu vulkanik. Namun, mata merah yang disertai nyeri, gangguan penglihatan, sensitivitas terhadap cahaya, atau keluhan yang tidak membaik perlu diperiksa oleh dokter spesialis mata.

Kesimpulan

Abu vulkanik dapat menyebabkan berbagai keluhan pada mata, mulai dari mata merah, berair, perih, gatal, hingga sensasi seperti ada pasir di dalam mata. Karena partikel abu bersifat abrasif, paparan juga dapat menyebabkan goresan pada permukaan kornea.

Cara terbaik melindungi mata adalah mengurangi paparan, tetap berada di dalam ruangan saat kondisi memungkinkan, tidak mengucek mata, dan menggunakan goggles apabila harus berada di area yang masih terdapat abu vulkanik.

Jika setelah terpapar abu mata terasa sangat nyeri, penglihatan terganggu, sensitif terhadap cahaya, atau keluhan tidak membaik, segera lakukan pemeriksaan mata untuk memastikan tidak terdapat cedera pada permukaan mata.

Referensi:
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Hindari Abu Vulkanik, Masyarakat Disarankan Tidak Banyak Keluar Rumah.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Kemenkes Siagakan 413 Rumah Sakit dan 830 Puskesmas Hadapi Dampak Erupsi Anak Krakatau.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Safety Guidelines: During a Volcanic Eruption.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Health Effects of Volcanic Air Pollution.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Volcanoes and Your Safety.

Artikel Lainnya

Topik Terkini

WhatsApp