WhatsApp

Mata Minus pada Anak Kenali Tanda-tanda, Penyebab, dan Cara Menghambat Progresinya

Anak Indonesia menyipitkan mata saat belajar di kelas, menggambarkan gejala mata minus atau miopia pada anak.

Mata minus atau miopia adalah kelainan refraksi yang menyebabkan anak dapat melihat jelas pada jarak dekat, tetapi objek yang jauh tampak buram. Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah anak dengan miopia terus meningkat di berbagai negara dan diperkirakan akan terus bertambah jika tidak dilakukan upaya pencegahan dan pengendalian yang tepat.

Deteksi dini sangat penting karena miopia yang terus bertambah dapat meningkatkan risiko gangguan mata serius pada usia dewasa, seperti ablasi retina, glaukoma, katarak, dan miopia patologis.

Apa Itu Mata Minus?

Pada mata normal, cahaya difokuskan tepat di retina. Pada mata dengan miopia, cahaya difokuskan di depan retina sehingga objek yang jauh tampak kabur. Miopia biasanya mulai muncul pada usia sekolah dan dapat terus bertambah selama masa pertumbuhan.

Tanda Mata Minus pada Anak

Anak sering kali tidak menyadari bahwa penglihatannya mulai menurun.

Beberapa tanda yang perlu diperhatikan orang tua antara lain:

  • Sering memicingkan mata saat melihat jauh.
  • Duduk terlalu dekat dengan televisi.
  • Memegang gadget atau buku sangat dekat.
  • Sulit melihat tulisan di papan sekolah.
  • Sering mengeluh penglihatan buram.
  • Menggosok mata berulang kali.
  • Sering sakit kepala setelah belajar.

Bila tanda-tanda tersebut muncul, pemeriksaan mata sebaiknya segera dilakukan.

Apa Penyebab Mata Minus pada Anak?

Miopia dipengaruhi oleh kombinasi faktor genetik dan lingkungan.

Faktor Genetik

Anak yang memiliki salah satu atau kedua orang tua dengan miopia memiliki risiko lebih tinggi mengalami kondisi yang sama. Namun, faktor genetik bukan satu-satunya penyebab.

Aktivitas Melihat Dekat

Aktivitas seperti membaca, menulis, atau menggunakan perangkat digital dalam waktu lama diduga berkontribusi terhadap perkembangan miopia, terutama bila tidak diimbangi dengan waktu istirahat yang cukup. Hubungan ini masih terus diteliti, tetapi berbagai penelitian menunjukkan bahwa pola aktivitas visual memiliki peran dalam perkembangan miopia.

Kurang Aktivitas di Luar Ruangan

International Myopia Institute menyatakan bahwa aktivitas di luar ruangan memiliki efek protektif terhadap timbulnya miopia pada anak. Paparan cahaya alami dan waktu bermain di luar rumah diduga membantu menurunkan risiko berkembangnya miopia.

Apakah Gadget Menyebabkan Mata Minus?

Belum dapat dikatakan sebagai satu-satunya penyebab.

Penggunaan gadget dalam waktu lama merupakan salah satu bentuk aktivitas melihat dekat yang diduga berkontribusi terhadap perkembangan miopia. Namun, perkembangan mata minus juga dipengaruhi oleh faktor genetik, kebiasaan visual, dan kurangnya aktivitas di luar ruangan. Karena itu, penggunaan gadget perlu diimbangi dengan kebiasaan visual yang sehat.

Bagaimana Cara Menghambat Progresi Mata Minus?

Tujuan pengendalian miopia (myopia control) bukan menghilangkan minus yang sudah ada, tetapi memperlambat pertambahannya. Pilihan yang dapat dipertimbangkan sesuai hasil pemeriksaan dokter meliputi:

  1. Kacamata
    Kacamata membantu anak melihat lebih jelas dan tetap menjadi pilihan utama untuk mengoreksi penglihatan.
    Pada beberapa kasus, dokter dapat mempertimbangkan jenis lensa tertentu yang dirancang untuk membantu mengendalikan progresi miopia.
  2. Lensa Kontak Khusus
    Beberapa jenis lensa kontak telah dikembangkan untuk membantu memperlambat pertambahan minus pada anak yang memenuhi kriteria.
  3. Ortho-K (Orthokeratology)
    Ortho-K menggunakan lensa kontak khusus yang dipakai saat tidur untuk membentuk kembali permukaan kornea sementara. Metode ini dapat menjadi salah satu pilihan pengendalian miopia pada anak yang sesuai indikasi.
  4. Atropine Dosis Rendah
    Beberapa penelitian menunjukkan atropine dosis rendah dapat membantu memperlambat progresi miopia pada anak tertentu. Penggunaan obat ini harus berdasarkan evaluasi dan resep dokter spesialis mata.
  5. Aktivitas di Luar Ruangan
    International Myopia Institute merekomendasikan peningkatan waktu aktivitas di luar ruangan sebagai bagian dari strategi pencegahan miopia pada anak.

Kapan Anak Harus Periksa Mata?

Pemeriksaan mata dianjurkan apabila:

  • Anak mulai kesulitan melihat jauh.
  • Guru melaporkan anak sulit membaca tulisan di papan.
  • Orang tua memiliki riwayat mata minus.
  • Anak sering memicingkan mata.
  • Anak mengeluh sakit kepala saat belajar.
  • Hasil skrining penglihatan di sekolah menunjukkan kelainan.

Pemeriksaan rutin juga penting meskipun anak tidak mengeluhkan gangguan penglihatan.

Apakah Mata Minus Bisa Sembuh?

Miopia tidak dapat hilang dengan senam mata, konsumsi suplemen, atau latihan tertentu. Tujuan terapi adalah memberikan penglihatan yang jelas sekaligus memperlambat pertambahan minus selama masa pertumbuhan.

Apa Risiko Jika Minus Terus Bertambah?

Miopia dengan derajat tinggi meningkatkan risiko beberapa penyakit mata di kemudian hari, antara lain:

  • Ablasi retina.
  • Miopia patologis.
  • Glaukoma.
  • Katarak yang muncul lebih dini.

Karena itu, pengendalian progresi miopia menjadi bagian penting dalam kesehatan mata anak.

FAQ Seputar Mata minus pada Anak

Miopia paling sering mulai berkembang pada usia sekolah, meskipun dapat muncul lebih awal atau lebih lambat.

Tidak. Miopia dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk genetik, aktivitas melihat dekat, dan waktu bermain di luar ruangan.

Pada banyak anak, minus dapat bertambah selama masa pertumbuhan. Pemeriksaan rutin membantu memantau perubahan dan menentukan strategi pengendalian yang sesuai.

Tidak. Efek Ortho-K bersifat sementara dan bertujuan memperbaiki penglihatan tanpa kacamata pada siang hari serta membantu mengendalikan progresi miopia pada pasien yang sesuai.

Referensi:
International Myopia Institute (IMI). White Papers on Myopia Management.
American Association for Pediatric Ophthalmology and Strabismus (AAPOS). Myopia.
American Academy of Ophthalmology. Myopia in Children.
World Health Organization. World Report on Vision.
Holden BA, et al. Global Prevalence of Myopia and High Myopia. Ophthalmology.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Adhi Wicaksono, Sp.M

Artikel Lainnya

Topik Terkini