Mayapada Eye Centre Hadirkan Solusi Koreksi Penglihatan Lewat SMILE Pro dan PRESBYOND
Jakarta – Masalah kesehatan mata terkait longevity atau hidup sehat dan berkualitas jangka panjang masih sering terabaikan. Padahal ada banyak tantangan kesehatan mata yang banyak dialami seperti presbiopia atau mata tua, miopia atau rabun jauh, hingga astigmatisme atau silinder.
Berkaitan dengan hal tersebut, Mayapada Eye Centre (MEC) menghadirkan solusi koreksi penglihatan melalui SMILE Pro dan PRESBYOND.
SMILE Pro merupakan prosedur untuk miopia dan astigmatisme dengan durasi hanya 8 detik. Sementara PRESBYOND, merupakan prosedur untuk penanganan presbiopia dengan durasi hanya 20 detik.
President Director & CEO Mayapada Healthcare, Navin Sonthalia mengungkapkan langkah proaktif Mayapada Eye Centre ini merupakan bagian dari upaya Mayapada Healthcare menjawab kebutuhan layanan kesehatan di era longevity. Pada masa ini, masyarakat tidak hanya berfokus pada usia harapan hidup (lifespan), tetapi juga pada kualitas hidup (healthspan) yang sehat, aktif, dan produktif sepanjang usia.
“Dalam hal ini, kesehatan mata juga menjadi aspek penting yang perlu dijaga untuk mendukung aktivitas sehari-hari,” kata Navin dalam acara Health Talk bersama Mayapada Eye Centre di Jakarta Pusat, Sabtu (20/6/2026).
“Melalui MEC, kami menghadirkan layanan kesehatan mata yang komprehensif dan terintegrasi, didukung teknologi oftalmologi mutakhir, tim dokter spesialis dan subspesialis berpengalaman, serta standar pelayanan internasional untuk membantu masyarakat menjaga fungsi penglihatan dan menjalani hidup secara optimal di setiap tahap usia,” sambungnya.
Spesialis mata Mayapada Eye Centre dr Zoraya Ariefia Feranthy, SpM mengungkapkan miopia dan astigmatisme kini semakin banyak ditemukan pada usia produktif. Ini terjadi seiring tingginya penggunaan perangkat digital sejak usia dini.
Menurutnya, masalah ini harus lebih diperhatikan karena kualitas penglihatan merupakan pondasi penting dalam menjaga kualitas hidup.
“Banyak orang menghabiskan sebagian besar waktunya di depan layar gawai atau membaca buku dalam waktu yang panjang sehingga, mata terus bekerja dalam jarak dekat dan lebih rentan mengalami kelelahan serta gangguan refraksi,” jelas dr Zoraya dalam kesempatan yang sama.
“Kondisi ini membutuhkan kacamata atau lensa kontak untuk dapat melihat dengan jelas. Namun, seringkali kacamata memengaruhi kenyamanan, produktivitas, hingga kualitas hidup sehari-hari. Karena itu, menjaga kesehatan mata menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya mempertahankan produktivitas dan kualitas hidup di era longevity,” sambungnya.
Sementara itu mata tua atau presbiopia juga menjadi tantangan tersendiri. Spesialis mata Mayapada Eye Centre dr Ucok P Pasaribu, SpM(K) mengungkapkan saat ini banyak orang ingin tetap aktif hingga usia lanjut dengan mata yang sehat.
Namun, seiring berjalannya waktu, kemampuan fokus mata akan menurun hingga memicu presbiopia, kondisi yang biasanya muncul saat berusia 40 tahun.
“Dan kini semakin terasa akibat tingginya penggunaan perangkat digital dalam aktivitas sehari-hari. Salah satu solusi terkini yaitu melalui teknologi PRESBYOND yang dapat membantu pasien mengurangi ketergantungan kacamata untuk penglihatan jauh, menengah dan dekat,” tandas dr Ucok.
Mayapada Eye Centre terus menghadirkan layanan kesehatan mata berbasis teknologi terkini untuk mendukung deteksi dini, diagnosis presisi, dan perawatan mata yang terintegrasi. MEC tersedia di Mayapada Hospital Jakarta Selatan dan Mayapada Tower 2 Sudirman dengan layanan koreksi refraksi seperti SMILE Pro, SMILE Pro Hyperopic, LASIK, dan PRESBYOND, Cross-linking (CXL), serta tindakan operasi katarak, glaukoma, dan layanan retina.
Untuk mendukung pengalaman pasien yang ebih personal dan terkoordinasi, setiap pasien juga didampingi Vision Assistant (VIA) sebagai pendamping personal dalam setiap tahap perjalanan pasien (patient journey), mulai dari pendaftaran, pemeriksaan, hingga tindak lanjut pasca-prosedur, serta panduan preventive care.
Sumber: Averus Kautsar – detikHealth






