Tidak. Tekanan bola mata tinggi tidak selalu berarti seseorang mengalami glaukoma. Tekanan intraokular yang meningkat memang merupakan salah satu faktor risiko penting untuk glaukoma, tetapi glaukoma ditandai oleh adanya kerusakan pada saraf optik. Sebaliknya, glaukoma juga dapat terjadi pada orang dengan tekanan bola mata yang tidak tinggi.
Tekanan bola mata tinggi belum tentu glaukoma. Kondisi ketika tekanan intraokular meningkat tetapi belum ditemukan kerusakan saraf optik atau gangguan lapang pandang dikenal sebagai ocular hypertension. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko glaukoma sehingga perlu dinilai dan dipantau oleh dokter mata.
Apa Itu Tekanan Bola Mata?
Tekanan bola mata atau intraocular pressure (IOP) adalah tekanan yang terbentuk di dalam mata akibat cairan yang disebut aqueous humor.
Cairan ini terus diproduksi dan dialirkan keluar dari mata. Ketika alirannya terganggu, cairan dapat menumpuk sehingga tekanan di dalam mata meningkat.
Tekanan bola mata merupakan salah satu parameter yang diperiksa ketika dokter mengevaluasi risiko glaukoma.
Berapa Tekanan Bola Mata yang Normal?
Tekanan bola mata sering dianggap lebih tinggi dari kisaran normal ketika berada di atas sekitar 21 mmHg, tetapi angka tersebut tidak dapat digunakan sendirian untuk menentukan apakah seseorang mengalami glaukoma.
Kondisi setiap mata berbeda. Seseorang dengan tekanan yang dianggap normal tetap dapat mengalami glaukoma, sementara orang dengan tekanan tinggi belum tentu mengalami kerusakan saraf optik. Karena itu, hasil tonometri perlu dilihat bersama pemeriksaan mata lainnya.
Apa Penyebab Tekanan Bola Mata Tinggi?
Tekanan bola mata dapat meningkat ketika cairan di dalam mata tidak dapat mengalir keluar dengan baik. Beberapa faktor yang dapat berhubungan dengan peningkatan tekanan antara lain:
- Gangguan aliran cairan mata.
- Kondisi anatomi tertentu pada mata.
- Penggunaan obat steroid pada sebagian orang.
- Riwayat cedera atau peradangan pada mata.
- Kondisi mata tertentu.
- Faktor risiko glaukoma.
Penyebabnya perlu ditentukan melalui pemeriksaan karena tidak semua tekanan bola mata tinggi memiliki penyebab yang sama.
Apa Itu Ocular Hypertension?
Ocular hypertension adalah kondisi ketika tekanan intraokular meningkat tetapi belum terdapat bukti kerusakan saraf optik atau gangguan lapang pandang akibat glaukoma.
Kondisi ini berbeda dengan glaukoma, seseorang dengan ocular hypertension memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami glaukoma dibandingkan orang tanpa tekanan bola mata tinggi, tetapi tidak semua orang dengan ocular hypertension akan berkembang menjadi glaukoma.
Karena itu, dokter dapat memilih untuk memantau kondisi secara berkala atau memberikan penanganan tertentu berdasarkan tingkat risikonya.
Apakah Tekanan Bola Mata Tinggi Selalu Menyebabkan Glaukoma?
Tidak.
Penelitian menunjukkan bahwa sebagian orang dengan tekanan bola mata tinggi tidak mengalami kerusakan penglihatan akibat glaukoma.
Namun, semakin tinggi tekanan bola mata dan semakin banyak faktor risiko yang dimiliki, semakin penting dilakukan evaluasi dan pemantauan. Faktor lain seperti kondisi saraf optik dan ketebalan kornea juga dapat memengaruhi risiko seseorang mengalami glaukoma.
Apakah Glaukoma Bisa Terjadi dengan Tekanan Mata Normal?
Bisa.
Ada jenis glaukoma yang dapat terjadi meskipun tekanan bola mata tidak berada di atas kisaran normal. Artinya, tekanan bola mata normal tidak otomatis berarti mata bebas dari glaukoma. Pemeriksaan saraf optik dan lapang pandang tetap penting ketika dokter mencurigai adanya glaukoma.
Apakah Tekanan Bola Mata Tinggi Menimbulkan Gejala?
Tidak selalu.
Tekanan bola mata yang meningkat dapat tidak menimbulkan gejala yang jelas, terutama ketika peningkatannya berlangsung secara perlahan. Karena itu, seseorang bisa memiliki tekanan mata tinggi tanpa merasa sakit atau mengalami penurunan penglihatan. Inilah alasan pemeriksaan mata penting bagi orang yang memiliki faktor risiko glaukoma.
Bagaimana Cara Mengetahui Tekanan Bola Mata Tinggi?
Tekanan bola mata diukur menggunakan pemeriksaan tonometri.
Pemeriksaan ini dapat dilakukan sebagai bagian dari pemeriksaan mata untuk menilai tekanan intraokular. Namun, hasil tonometri tidak berdiri sendiri. Dokter dapat menggabungkannya dengan pemeriksaan saraf optik, lapang pandang, dan pemeriksaan struktur mata lainnya untuk menilai risiko glaukoma.
Pemeriksaan Apa Saja Jika Tekanan Bola Mata Tinggi?
Jika ditemukan tekanan bola mata tinggi, dokter dapat melakukan beberapa pemeriksaan tambahan, seperti:
- Pemeriksaan saraf optik.
- Pemeriksaan lapang pandang.
- Pemeriksaan struktur retina dan saraf optik.
- Pemeriksaan sudut bilik mata.
- Pemeriksaan ketebalan kornea sesuai kebutuhan.
Tujuannya adalah mencari tahu apakah tekanan tinggi sudah disertai tanda kerusakan akibat glaukoma atau belum.
Apakah Tekanan Bola Mata Tinggi Harus Diobati?
Tidak selalu langsung membutuhkan obat.
Keputusan penanganan bergantung pada tingkat tekanan, kondisi saraf optik, lapang pandang, faktor risiko, dan kemungkinan berkembang menjadi glaukoma.
Pada sebagian orang dengan risiko lebih tinggi, dokter dapat mempertimbangkan terapi untuk menurunkan tekanan mata. Pada orang dengan risiko lebih rendah, pemantauan secara berkala dapat menjadi pilihan. Jika diperlukan, penanganan dapat mencakup obat tetes mata, laser, atau tindakan lain sesuai kondisi.
Apakah Tekanan Bola Mata Tinggi Bisa Dicegah?
Tidak semua penyebab tekanan bola mata tinggi dapat dicegah.
Namun, pemeriksaan mata secara berkala dapat membantu mendeteksi peningkatan tekanan dan faktor risiko glaukoma lebih awal. Hal ini penting karena kerusakan saraf optik akibat glaukoma yang sudah terjadi tidak dapat dipulihkan. Deteksi dan penanganan dini bertujuan mempertahankan penglihatan yang masih ada.
Siapa yang Perlu Lebih Waspada?
Pemeriksaan lebih rutin dapat dipertimbangkan terutama pada orang yang memiliki faktor risiko seperti:
- Riwayat keluarga dengan glaukoma.
- Usia yang semakin bertambah.
- Tekanan bola mata tinggi.
- Kondisi mata tertentu.
- Riwayat cedera mata.
- Penggunaan steroid tertentu.
- Faktor risiko lain yang dinilai dokter.
Orang dengan beberapa faktor risiko sekaligus mungkin membutuhkan pemantauan lebih sering.
Kapan Harus Memeriksakan Mata?
Lakukan pemeriksaan mata apabila:
- Hasil pemeriksaan sebelumnya menunjukkan tekanan bola mata tinggi.
- Memiliki riwayat keluarga glaukoma.
- Mengalami perubahan penglihatan.
- Dokter pernah menyebutkan adanya risiko glaukoma.
- Belum pernah melakukan pemeriksaan mata secara menyeluruh.
Segera cari pertolongan medis apabila tekanan atau keluhan mata disertai nyeri mata berat, mata merah, penglihatan buram mendadak, melihat lingkaran cahaya, mual, atau muntah. Gejala tersebut dapat terjadi pada glaukoma sudut tertutup akut yang membutuhkan penanganan segera.
FAQ Seputar Tekanan Bola Mata Tinggi
Tidak. Tekanan bola mata tinggi merupakan faktor risiko, tetapi glaukoma membutuhkan bukti kerusakan saraf optik atau gangguan penglihatan yang sesuai.
Tekanan di atas sekitar 21 mmHg sering dianggap lebih tinggi dari kisaran normal, tetapi angka tersebut bukan satu-satunya dasar untuk menentukan apakah seseorang mengalami glaukoma.
Tekanan mata dapat berubah sepanjang waktu dan hasil pengukuran dapat dipengaruhi berbagai faktor. Karena itu, tekanan tinggi yang ditemukan saat pemeriksaan sebaiknya dievaluasi dan, bila perlu, diukur kembali oleh tenaga kesehatan mata.
Tidak. Glaukoma dapat terjadi meskipun tekanan mata berada dalam kisaran normal.
Tekanan bola mata tinggi dapat meningkatkan risiko glaukoma. Jika seseorang kemudian mengalami kerusakan saraf optik akibat glaukoma dan tidak ditangani, kehilangan penglihatan dapat terjadi.
Selain tonometri, dokter dapat melakukan pemeriksaan saraf optik, lapang pandang, pemeriksaan struktur mata, serta pemeriksaan sudut mata sesuai kebutuhan.
Kesimpulan
Tekanan bola mata tinggi tidak selalu berarti glaukoma. Kondisi ini dapat disebut ocular hypertension ketika tekanan intraokular meningkat tetapi belum terdapat bukti kerusakan saraf optik atau gangguan lapang pandang akibat glaukoma.
Sebaliknya, glaukoma juga dapat terjadi pada orang dengan tekanan bola mata yang tidak tinggi. Karena itu, pemeriksaan tekanan mata sebaiknya tidak berdiri sendiri.
Jika hasil pemeriksaan menunjukkan tekanan bola mata tinggi, pemeriksaan lanjutan dan pemantauan oleh dokter spesialis mata penting dilakukan untuk menilai risiko dan menjaga kesehatan penglihatan.
Referensi:
National Eye Institute – Glaucoma and Eye Pressure
National Eye Institute – Glaucoma
American Academy of Ophthalmology EyeWiki – Ocular Hypertension
National Eye Institute – Treatment Not Always Needed to Prevent Vision Loss in Patients with Elevated Eye Pressure






