Mata Merah Tidak Kunjung Sembuh? Kenali 7 Penyebabnya

Mata merah adalah kondisi ketika pembuluh darah pada permukaan mata tampak lebih jelas sehingga bagian putih mata terlihat kemerahan. Penyebab mata merah dapat berupa iritasi, mata kering, alergi, konjungtivitis, hingga gangguan pada kornea atau bagian dalam mata.
Mata merah memang sering dianggap sepele. Namun, jika tidak kunjung membaik atau disertai nyeri, silau, dan penurunan penglihatan, kondisi tersebut perlu segera diperiksa oleh dokter spesialis mata.

Kenapa Mata Bisa Menjadi Merah?
Mata dapat terlihat merah ketika pembuluh darah pada permukaan mata melebar atau mengalami peradangan. Pemicunya sangat beragam. Mulai dari paparan debu dan udara kering hingga infeksi atau peradangan pada struktur mata. Karena penyebabnya berbeda, tidak semua mata merah dapat ditangani dengan obat tetes mata yang sama.

Berikut beberapa penyebab mata merah yang perlu diketahui.

  1. Mata Kering
    Mata kering dapat menyebabkan mata terasa tidak nyaman dan terlihat merah. Kondisi ini dapat terjadi ketika produksi air mata tidak mencukupi atau kualitas lapisan air mata terganggu.
    Selain mata merah, keluhan dapat berupa:
    • Mata terasa mengganjal
    • Perih atau panas
    • Mata mudah lelah
    • Penglihatan terasa buram
    • Sensitif terhadap cahaya
    • Mata berair
  1. Konjungtivitis
    Konjungtivitis adalah peradangan pada konjungtiva, yaitu jaringan tipis yang melapisi bagian putih mata dan bagian dalam kelopak mata. Penyebabnya dapat berupa virus, bakteri, atau alergi. Keluhan konjungtivitis dapat meliputi mata merah, berair, terasa mengganjal, gatal, atau mengeluarkan kotoran mata. Konjungtivitis akibat infeksi tertentu juga dapat menular. Systematic review mengenai konjungtivitis menunjukkan bahwa gejala klinis saja tidak selalu cukup untuk membedakan penyebab virus dan bakteri secara akurat. Karena itu, penggunaan antibiotik tetes mata sebaiknya tidak dilakukan secara sembarangan.
  2. Alergi pada Mata
    Mata merah yang disertai rasa gatal dominan dapat berkaitan dengan alergi. Keluhan biasanya terjadi pada kedua mata dan dapat disertai mata berair serta kelopak mata yang tampak bengkak. Paparan debu, tungau, serbuk sari, atau alergen lainnya dapat memicu reaksi pada mata. Mengucek mata justru dapat memperburuk iritasi dan rasa tidak nyaman.
  3. Blefaritis atau Peradangan Kelopak Mata
    Blefaritis adalah peradangan pada kelopak mata. Menurut National Eye Institute, kondisi ini dapat menyebabkan kelopak mata menjadi merah, bengkak, terasa gatal, dan muncul serpihan atau kerak di sekitar bulu mata. Pasien juga dapat merasakan mata kering, berair, atau sensasi seperti ada sesuatu di dalam mata. Blefaritis dapat berlangsung lama atau berulang sehingga membutuhkan evaluasi dan perawatan kelopak mata yang sesuai.
  4. Keratitis atau Gangguan pada Kornea
    Mata merah yang disertai nyeri, sensitif terhadap cahaya, dan penurunan penglihatan perlu mendapatkan perhatian. Salah satu kondisi yang dapat menyebabkan keluhan tersebut adalah keratitis atau peradangan pada kornea. Kornea merupakan bagian bening di depan mata yang berperan penting dalam proses penglihatan. Gangguan pada kornea dapat terjadi akibat infeksi, cedera, maupun kondisi lainnya. Pengguna lensa kontak perlu lebih berhati-hati jika mengalami mata merah disertai nyeri atau penglihatan menurun.
  5. Uveitis
    Uveitis adalah peradangan pada bagian tengah mata yang disebut uvea. Uveitis dapat memengaruhi penglihatan dan membutuhkan pemeriksaan mata untuk menentukan jenis serta penanganannya.
    Mata merah yang disertai nyeri dan silau sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai iritasi biasa.
  6. Glaukoma Sudut Tertutup Akut
    Pada kondisi tertentu, mata merah dapat menjadi tanda keadaan darurat mata. Glaukoma sudut tertutup akut dapat menimbulkan peningkatan tekanan bola mata secara cepat.

Mata Merah Sebelah, Apakah Berbahaya?
Mata merah pada satu sisi tidak selalu berarti kondisi berbahaya. Iritasi, infeksi, atau gangguan pada permukaan mata dapat terjadi hanya pada salah satu mata. Namun, mata merah sebelah yang menetap, semakin berat, atau disertai nyeri dan penurunan penglihatan perlu diperiksa. Penyebab mata merah tidak dapat dipastikan hanya dari warna mata.

Kenapa Mata Merah Tidak Kunjung Sembuh?
Mata merah yang terus berulang atau tidak membaik dapat terjadi karena penyebab dasarnya belum diketahui atau belum ditangani sesuai kondisi. Sebagai contoh, mata merah akibat alergi memiliki pendekatan berbeda dengan infeksi, mata kering, blefaritis, atau gangguan kornea. Penggunaan obat tetes mata yang tidak sesuai juga belum tentu mengatasi penyebab keluhan. Karena itu, jika mata merah menetap, pemeriksaan mata diperlukan untuk mengevaluasi bagian mata yang mengalami gangguan.

Bolehkah Menggunakan Obat Tetes Mata untuk Mata Merah?
Penggunaan obat tetes mata bergantung pada penyebab mata merah. Tidak semua mata merah membutuhkan antibiotik. Systematic review dalam JAMA menunjukkan bahwa konjungtivitis memiliki berbagai penyebab dan terapi perlu disesuaikan dengan penyebabnya. Hindari menggunakan obat tetes mata resep milik orang lain atau menggunakan obat mata tertentu dalam jangka panjang tanpa evaluasi dokter.

Kapan Mata Merah Harus Segera ke Dokter Mata?
Segera lakukan pemeriksaan jika mata merah disertai:

  • Nyeri mata sedang hingga berat
  • Penglihatan menurun atau menjadi buram
  • Sensitif terhadap cahaya
  • Mata terlihat sangat merah
  • Cedera atau benda asing pada mata
  • Paparan bahan kimia
  • Keluhan setelah tindakan atau operasi mata
  • Mata merah dan nyeri pada pengguna lensa kontak

Literatur mengenai red eye menyebut nyeri sedang hingga berat, fotofobia, kemerahan yang nyata, dan penurunan ketajaman penglihatan sebagai tanda bahaya yang perlu dievaluasi lebih lanjut.

Jangan Anggap Semua Mata Merah Hanya Karena Iritasi
Mata merah dapat disebabkan oleh kondisi ringan seperti iritasi. Namun, keluhan serupa juga dapat terjadi pada mata kering, konjungtivitis, blefaritis, keratitis, uveitis, hingga glaukoma akut.
Perhatikan gejala yang menyertai mata merah.
Jika mata terasa nyeri, silau, atau penglihatan menurun, jangan menunggu keluhan membaik sendiri.

Mata merah tidak kunjung membaik atau terus berulang? Lakukan pemeriksaan bersama dokter spesialis mata untuk mengetahui penyebab dan mendapatkan penanganan yang sesuai.

FAQ Seputar Mata Merah

Mata merah yang menetap dapat berkaitan dengan mata kering, alergi, blefaritis, infeksi, atau peradangan pada bagian mata lainnya. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.

Tidak. Mata merah juga dapat disebabkan oleh mata kering, alergi, iritasi, dan berbagai gangguan mata lainnya.

Penggunaan obat tetes mata perlu disesuaikan dengan penyebab mata merah. Tidak semua kondisi membutuhkan jenis obat tetes yang sama.

Mata merah perlu segera diperiksa jika disertai nyeri sedang hingga berat, sensitif terhadap cahaya, penurunan penglihatan, cedera mata, atau paparan bahan kimia.

Referensi:
National Eye Institute. Eye Conditions and Diseases.
National Eye Institute. Corneal Conditions.
National Eye Institute. Blepharitis.
Azari AA, Barney NP. Conjunctivitis: A Systematic Review of Diagnosis and Treatment. JAMA. 2013.
Gilani CJ, et al. Differentiating Urgent and Emergent Causes of Acute Red Eye for the Emergency Physician. West J Emerg Med. 2017.
Kilduff C, Lois C. Red Eyes and Red-Flags: Improving Ophthalmic Assessment and Referral in Primary Care. BMJ Quality Improvement Reports. 2016.

Ditinjau secara medis oleh:
Terakhir diperbarui:

Artikel Lainnya

Topik Terkini