Artikel

Bolehkah Operasi Katarak Saat Puasa? Ini Penjelasan Dokter

Katarak merupakan salah satu penyebab utama gangguan penglihatan pada usia dewasa dan lanjut usia. Kondisi ini terjadi ketika lensa mata menjadi keruh sehingga cahaya sulit masuk ke retina. Banyak pasien menunda operasi katarak karena khawatir tindakan medis dapat membatalkan puasa.

Secara medis, operasi katarak adalah prosedur yang aman dan menggunakan anestesi lokal berupa obat tetes mata. Prosedur ini tidak memerlukan pasien untuk makan atau minum selama tindakan berlangsung.

Dalam dunia kedokteran, sesuatu dianggap membatalkan puasa apabila masuk ke dalam tubuh melalui jalur makan dan minum serta memberikan efek nutrisi. Operasi katarak tidak melibatkan jalur tersebut karena tindakan hanya dilakukan pada mata.

Mayoritas ulama kontemporer juga menyatakan bahwa tindakan medis yang tidak melalui sistem pencernaan tidak membatalkan puasa. Oleh karena itu, operasi katarak umumnya tetap diperbolehkan selama bulan Ramadan.

Prosedur operasi katarak biasanya berlangsung singkat dan pasien dapat pulang pada hari yang sama. Setelah tindakan, pasien akan menggunakan obat tetes mata untuk membantu proses penyembuhan dan mencegah infeksi.

Pasien tetap perlu memperhatikan kondisi tubuh setelah operasi. Jika dokter menyarankan konsumsi obat minum atau pasien merasa lemah, maka keputusan untuk tetap berpuasa sebaiknya dikonsultasikan kembali.

Menunda operasi katarak terlalu lama dapat meningkatkan risiko gangguan penglihatan yang lebih berat. Oleh karena itu, Ramadan bukanlah halangan untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Cek kesehatan mata kamu sekarang di Mayapada Eye Centre.