Jakarta – Presbiopia atau ‘mata tua’ merupakan gangguan penglihatan yang terjadi terkait usia. Ini menyebabkan mata kehilangan kemampuan fokus pada objek jarak dekat secara bertahap.
Spesialis mata Mayapada Eye Centre dr Zoraya Ariefia Feranthy, SpM mengungkapkan ada otot di bola mata yang berfungsi memfokuskan cahaya pada saat melihat objek jauh maupun dekat.
Seiring bertambahnya usia, elastisitas otot tersebut akan mengalami perubahan.
“Jadi aging proses lutut kita mulai nyut-nyutan, punggung mulai kaku-kaku, begitupun dengan mata kita,” ungkap dr Zoraya dalam acara Health Talk bersama Mayapada Eye Centre di Jakarta Pusat, Sabtu (20/6/2026).
dr Zoraya menjelasakan proses penuaan pada mata dipengaruhi oleh multi faktor, beberapa di antaranya faktor genetik dan kebiasan. Dalam beberapa penelitian, kebiasaan melihat dekat secara intens dikaitkan dengan peningkatan risiko mata tua.
Namun, menurutnya pembuktian lebih lanjut perlu dilakukan untuk memastikan keterkaitan tersebut.
“Oleh karena itu memang presbiopia saat ini ditemukan pada orang-orang yang lebih muda. Namun, butuh penelitian lebih lanjut,” ujar dr Zoraya.
“Dan yang sulit untuk kita kendalikan adalah faktor genetik. Jadi kalau memang turunannya, proses aging di matanya itu dini, maka itu akan bisa lebih cepat walaupun kita memiliki lifestyle yang lebih baik,” sambungnya.
Untuk menjaga kesehatan mata, ia membagikan salah satu teknik 20-20-20. Teknik ini dilakukan untuk mengistirahatkan penglihatan ketika terlalu intens melihat dekat, seperti saat bekerja menggunakan laptop.
Setelah melihat objek dekat 20 menit, coba melihat jauh dengan jarak 20 feet atau 6 meter, selama 20 detik.
“Karena dengan kita mengalihkan pandangan melihat jauh, itu otot-otot kita relax. Jadi paling tidak kita mengurangi kemungkinan computer vision syndrome atau fatigue eye, kelelahan mata akibat intensitas melihat dekat dalam waktu yang panjang,” tandasnya.
Sumber: Averus Kautsar – detikHealth






