Artikel

Apakah Obat Tetes Mata Membatalkan Puasa? Penjelasan Medis

Selama bulan Ramadan, banyak orang ragu menggunakan obat tetes mata karena khawatir puasanya batal. Kekhawatiran ini sering membuat pasien menunda pengobatan, padahal kesehatan mata tetap perlu dijaga selama berpuasa.

Secara medis, obat tetes mata bekerja langsung pada permukaan mata. Cairan yang diteteskan menyebar pada kornea dan konjungtiva untuk menjaga kelembapan atau mengatasi infeksi. Sebagian kecil cairan memang dapat mengalir melalui saluran air mata menuju rongga hidung, namun jumlahnya sangat kecil dan tidak memberikan efek nutrisi bagi tubuh.

Dalam dunia kedokteran, sesuatu dianggap membatalkan puasa apabila masuk ke dalam tubuh melalui jalur makan atau minum dan memberikan manfaat nutrisi. Obat tetes mata tidak melalui jalur tersebut sehingga tidak termasuk hal yang membatalkan puasa.

Mayoritas ulama kontemporer juga menyatakan bahwa penggunaan obat tetes mata tidak membatalkan puasa karena tidak dikonsumsi sebagai makanan atau minuman. Hal ini membuat pasien dengan mata kering, alergi, infeksi, maupun pasien pasca operasi tetap dapat menggunakan obat tetes sesuai anjuran dokter.

Risiko mata kering meningkat selama Ramadan akibat perubahan pola tidur dan berkurangnya asupan cairan pada siang hari. Jika tidak ditangani, mata kering dapat menyebabkan rasa perih, gatal, kemerahan, hingga penglihatan kabur sementara.

Agar penggunaan obat tetes mata lebih nyaman saat puasa, pasien dapat meneteskan obat setelah sahur dan setelah berbuka sesuai jadwal yang dianjurkan dokter. Pastikan tangan dalam keadaan bersih sebelum meneteskan obat dan hindari menyentuh ujung botol ke mata untuk mencegah kontaminasi.

Menjaga kesehatan mata selama Ramadan sangat penting agar aktivitas ibadah dan pekerjaan tetap berjalan nyaman.

Cek kesehatan mata kamu sekarang di Mayapada Eye Centre.