FAQ LASIK

Temukan jawaban atas pertanyaan yang paling sering diajukan tentang LASIK di Mayapada Eye Centre Jakarta, mulai dari syarat operasi mata minus, biaya LASIK, perbedaan LASIK dan SMILE Pro, hingga proses pemulihan dan potensi efek samping. Informasi ini membantu Anda memahami pilihan koreksi penglihatan sebelum berkonsultasi dengan dokter spesialis mata.

1. Apa itu LASIK dan Bagaimana Cara Kerjanya?

LASIK (Laser-Assisted In Situ Keratomileusis) adalah prosedur koreksi penglihatan dengan teknologi laser untuk membantu mengoreksi mata minus (miopia), mata silinder (astigmatisme), dan pada kondisi tertentu mata plus (hiperopia).

Cara kerja LASIK adalah dengan membentuk ulang kornea agar cahaya dapat difokuskan lebih akurat ke retina, sehingga penglihatan menjadi lebih jelas dan ketergantungan pada kacamata atau lensa kontak dapat berkurang.

Di Mayapada Eye Centre Jakarta, prosedur LASIK dilakukan menggunakan teknologi FemtoLASIK setelah pasien menjalani screening mata menyeluruh.

2. Siapa yang Cocok Menjalani LASIK?

Tidak semua orang dengan mata minus atau mata silinder otomatis cocok menjalani operasi LASIK.

Secara umum, kandidat LASIK adalah pasien yang:

– Berusia minimal 18 tahun
– Memiliki ukuran refraksi yang stabil
– Memiliki ketebalan kornea yang mencukupi
– Tidak memiliki gangguan kornea tertentu
– Tidak sedang hamil atau menyusui
– Dalam kondisi kesehatan umum yang baik

Kelayakan akhir ditentukan melalui pemeriksaan mata komprehensif oleh dokter spesialis mata.

3. Apakah LASIK Aman?

LASIK merupakan salah satu prosedur koreksi penglihatan yang telah digunakan secara luas secara global selama lebih dari dua dekade pada pasien yang memenuhi kriteria medis.

Namun, seperti prosedur medis lainnya, LASIK tetap memiliki potensi risiko dan efek samping, sehingga pemeriksaan mata menyeluruh sangat penting untuk membantu memastikan prosedur yang dipilih sesuai dengan kondisi mata pasien.

4. Apakah Tindakan LASIK Terasa Sakit?

Secara umum, tindakan LASIK tidak menimbulkan rasa sakit karena sebelum prosedur dimulai dokter akan memberikan tetes anestesi lokal.

Sebagian pasien mungkin merasakan tekanan ringan atau sensasi tidak nyaman singkat selama tindakan berlangsung. Setelah prosedur, mata dapat terasa sedikit perih, berair, atau sensitif terhadap cahaya untuk sementara waktu sebagai bagian dari pemulihan awal.

5. Berapa Lama Durasi Operasi LASIK?

Operasi LASIK merupakan prosedur rawat jalan dengan waktu tindakan yang relatif singkat.

Secara keseluruhan, waktu yang dibutuhkan untuk persiapan, prosedur, hingga observasi awal biasanya sekitar 15–30 menit, tergantung kondisi masing-masing pasien.

Pasien umumnya dapat pulang di hari yang sama.

6. Berapa Harga atau Biaya LASIK di Mayapada Eye Centre Jakarta?

Biaya LASIK di Mayapada Eye Centre Jakarta dapat berbeda pada setiap pasien, tergantung pada kondisi mata, hasil screening, dan jenis prosedur yang direkomendasikan dokter.

Untuk mendapatkan estimasi harga LASIK atau biaya operasi mata minus di Jakarta yang paling akurat, pasien perlu menjalani konsultasi dan pemeriksaan mata terlebih dahulu.

7. Apakah LASIK Bisa Menggunakan Asuransi?

Cakupan biaya LASIK melalui asuransi bergantung pada manfaat polis masing-masing.

Karena LASIK umumnya termasuk prosedur elektif, tidak semua polis memberikan pertanggungan untuk tindakan ini. Untuk informasi lebih lanjut, pasien dapat berkonsultasi dengan tim Mayapada Eye Centre.

8. Apa Perbedaan LASIK dan SMILE Pro?

LASIK dan SMILE Pro sama-sama merupakan prosedur koreksi penglihatan dengan laser, tetapi menggunakan teknik yang berbeda.

LASIK dilakukan dengan pembuatan flap pada kornea sebelum koreksi laser, sedangkan SMILE Pro dilakukan melalui sayatan kecil tanpa flap kornea.

Pilihan prosedur terbaik akan ditentukan berdasarkan kondisi mata, ukuran refraksi, ketebalan kornea, dan hasil evaluasi dokter.

9. Bagaimana Masa Pemulihan Setelah LASIK?

LASIK dan SMILE Pro sama-sama merupakan prosedur koreksi penglihatan dengan laser, tetapi menggunakan teknik yang berbeda.

LASIK dilakukan dengan pembuatan flap pada kornea sebelum koreksi laser, sedangkan SMILE Pro dilakukan melalui sayatan kecil tanpa flap kornea.

Pilihan prosedur terbaik akan ditentukan berdasarkan kondisi mata, ukuran refraksi, ketebalan kornea, dan hasil evaluasi dokter.

10. Apa Efek Samping atau Risiko Setelah LASIK?

Seperti prosedur medis lainnya, LASIK memiliki potensi efek samping dan risiko.

Beberapa keluhan sementara yang dapat terjadi meliputi:

– Mata terasa kering
– Silau atau halo saat melihat cahaya
– Penglihatan sedikit buram di awal pemulihan
– Sensitivitas terhadap cahaya
– Sensasi mengganjal ringan

Dokter akan menjelaskan manfaat dan potensi risiko berdasarkan kondisi mata masing-masing pasien.

11. Apakah Mata Minus Bisa Kembali Setelah LASIK?

LASIK bertujuan untuk mengoreksi gangguan refraksi yang stabil, namun perubahan ukuran refraksi tetap dapat terjadi pada sebagian orang seiring waktu.

Faktor seperti usia, stabilitas mata sebelum tindakan, kondisi kesehatan mata, dan perubahan alami pada mata dapat memengaruhi hasil jangka panjang.

12. Apakah LASIK Bisa untuk Mata Silinder atau Minus Tinggi?

LASIK dapat membantu mengoreksi mata minus, mata silinder, dan pada kondisi tertentu mata plus, tetapi kemampuan koreksi pada setiap pasien berbeda.

Penentuan kelayakan bergantung pada:

– Ukuran refraksi
– Ketebalan kornea
– Bentuk kornea
– Kondisi kesehatan mata

Jika LASIK bukan pilihan ideal, dokter dapat merekomendasikan alternatif lain seperti SMILE Pro.

13. Di Mana Bisa Menjalani Operasi LASIK di Jakarta ?

Operasi LASIK tersedia di Mayapada Eye Centre Jakarta Selatan untuk pasien yang ingin menjalani koreksi penglihatan dengan teknologi laser modern.

Mayapada Eye Centre
Mayapada Hospital Jakarta Selatan, Tower 2, Lantai 3
Jl. Lebak Bulus I No. 29, Jakarta Selatan

Pasien akan menjalani konsultasi dan screening mata terlebih dahulu sebelum menentukan prosedur yang paling sesuai.