Liputan6.com, Jakarta – Penyakit mata kini menjadi ancaman nyata bagi profesional urban seiring meningkatnya screen time dalam aktivitas sehari-hari. Dari pagi hingga malam, pekerjaan didominasi oleh komputer, laptop, tablet, dan ponsel pintar. Tanpa disadari, paparan layar digital yang berkepanjangan ini meningkatkan risiko gangguan penglihatan yang dapat berdampak langsung pada produktivitas kerja dan kualitas hidup.
Chief Operating Officer Mayapada Eye Centre (MEC), Navin Nathani mengatakan bahwa screen time tinggi merupakan salah satu tantangan utama kesehatan mata di kalangan pekerja perkantoran. Paparan layar dalam durasi panjang kerap memicu keluhan mata kering, kelelahan mata digital, hingga gangguan fokus yang dapat menurunkan performa kerja sehari-hari.
Screen time berkepanjangan dapat menyebabkan Digital Eye Strain atau kelelahan mata digital. Kondisi ini ditandai dengan mata terasa perih, kering, buram, hingga sakit kepala. Jika berlangsung terus-menerus tanpa penanganan tepat, gangguan ini berpotensi berkembang menjadi masalah penglihatan yang lebih serius.
Menurut Dokter Konsultan Mata di Mayapada Eye Centre, dr. Ucok P. Pasaribu, Sp.M(K), banyak penyakit mata bersifat progresif dan berkembang tanpa gejala awal yang jelas. “Pada pekerja kantoran dengan paparan layar digital tinggi, gangguan penglihatan sering kali baru disadari saat sudah mengganggu aktivitas sehari-hari,” katanya.
Faktor Risiko Penyebab Penyakit Mata
Faktor risiko yang memperparah kondisi ini antara lain durasi menatap layar tanpa jeda, pencahayaan ruang kerja yang kurang optimal, serta minimnya waktu istirahat mata. Kombinasi faktor tersebut dapat mempercepat kelelahan mata digital dan meningkatkan risiko gangguan penglihatan jangka panjang.
Deteksi dini menjadi kunci dalam mencegah komplikasi penyakit mata akibat screen time. Dengan teknologi diagnostik modern, gangguan mata dapat dikenali sejak tahap awal, bahkan sebelum gejala berat muncul. Diagnosis yang presisi memungkinkan dokter menentukan strategi penanganan yang sesuai dengan kebutuhan setiap pasien.
Mayapada Eye Centre menghadirkan layanan eye care komprehensif berbasis teknologi terkini, didukung dokter spesialis dan subspesialis mata berpengalaman. Layanan yang tersedia meliputi subspesialis kornea, glaukoma, retina, hingga pediatrik oftalmologi, dengan alur perawatan terintegrasi yang dirancang untuk efisiensi profesional urban.
Menjaga Kesehatan Mata di Era Digital
Hadir di kawasan bisnis Sudirman, MEC dirancang sebagai Premium Boutique Eye Care yang mengutamakan pengalaman pasien yang personal dan nyaman. Lingkungan klinik yang eksklusif, alur layanan yang efisien, serta pendekatan multidisiplin memungkinkan pasien mendapatkan perawatan mata tanpa mengganggu ritme kerja.
Sebagai bagian dari ekosistem Mayapada Healthcare, MEC juga terhubung dengan berbagai Center of Excellence di jaringan Mayapada Hospital. Integrasi ini penting untuk menangani gangguan mata yang berkaitan dengan kondisi medis lain, seperti diabetes, penyakit saraf, hingga gangguan jantung.
Di tengah tuntutan kerja yang serba digital, Ucok mengingatkan bahwa menjaga kesehatan mata menjadi investasi jangka panjang bagi profesional urban. Pemeriksaan mata rutin, pengelolaan screen time, serta pemanfaatan layanan eye care berbasis teknologi modern dapat membantu mencegah penurunan kualitas penglihatan.
Sumber: Aditya Eka Prawira – Liputan6
( https://www.liputan6.com/health/read/6267704/penyakit-mata-akibat-screen-time-tinggi-ancaman-nyata-profesional-urban )

