Artikel

Mata Kering Saat Puasa? Penyebab dan Cara Mengatasinya

Selama bulan Ramadan, sebagian orang mengeluhkan mata terasa kering, perih, atau seperti ada pasir. Kondisi ini dikenal sebagai dry eye atau mata kering dan cukup umum terjadi saat berpuasa.

Penyebab utama mata kering saat puasa adalah dehidrasi ringan. Tubuh tidak mendapatkan asupan cairan selama lebih dari dua belas jam sehingga produksi air mata dapat berkurang. Air mata memiliki peran penting untuk menjaga kelembapan, melindungi kornea, dan memberikan kenyamanan saat berkedip.

Selain dehidrasi, peningkatan penggunaan gadget juga menjadi faktor risiko. Saat menatap layar komputer atau ponsel, frekuensi berkedip dapat menurun secara signifikan. Akibatnya, lapisan air mata lebih cepat menguap dan permukaan mata menjadi kering.

Perubahan pola tidur selama Ramadan juga dapat memengaruhi kesehatan mata. Kurang tidur dapat membuat mata terasa lelah, merah, dan lebih sensitif terhadap cahaya.

Gejala mata kering meliputi rasa perih, gatal, kemerahan, sensasi berpasir, penglihatan kabur sementara, dan mata cepat lelah. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat mengganggu aktivitas kerja dan ibadah.

Untuk mengurangi risiko mata kering saat puasa, pastikan kebutuhan cairan terpenuhi saat sahur dan berbuka. Konsumsi makanan yang kaya omega tiga seperti ikan laut, telur, dan kacang kacangan karena nutrisi ini membantu menjaga kualitas lapisan air mata.

Batasi paparan layar dan terapkan aturan dua puluh dua puluh dua puluh. Setiap dua puluh menit, alihkan pandangan selama dua puluh detik ke objek yang lebih jauh agar mata dapat beristirahat.

Penggunaan obat tetes mata pelumas juga dapat membantu menjaga kelembapan mata. Obat ini aman digunakan saat puasa dan tidak memengaruhi sistem pencernaan.

Jika keluhan mata kering tidak membaik atau semakin parah, sebaiknya lakukan pemeriksaan mata untuk mendapatkan evaluasi menyeluruh.

Cek kesehatan mata kamu sekarang di Mayapada Eye Centre.